Thursday, December 15, 2016

Pensyariatan umrah



Umrah ertinya mengunjungi Baitullah al-Haram di Makkah pada bila bila masa untuk mengerjakan ibadah tertentu menurut syarat syaratnya. Hukum mengerjakan umrah adalah wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang mukallaf, jika mereka berkemampuan. Dalil pensyariatan umrah sebagaimana firman Allah SWT,

Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah kerana Allah SWT. (Al-Baqarah : 196)

Mengerjakan umrah berulang kali adalah hukumnya adalah sunat. Sabda Rasulullah SAW, 

 العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Maksudnya : “Di antara satu umrah kepada satu umrah yang lain adalah penghapus dosa di antara keduanya dan Haji yang mabrur tiada balasannya melainkan syurga”. ( HR Bukhari dan Muslim) 

Sabda Rasulullah SAW lagi, 

تَابِعُوا بين الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفيانِ الفقرَ والذنوبَ ، كما يَنفي الكيرُ خَبَثَ الحديدِ والذهبِ والفضةِ

Maksudnya : Iringilah ibadah haji dengan memperbanyakkan ibadah umrah, karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak” (HR Tirmidzi)

Selain itu Rasulullah SAW juga menggalakkkan umatnya melakukan umrah di bulan Ramadhan sebagaimana hadis, 

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Maksudnya :Jika Ramadhan tiba, maka kerjakanlah umrah di saat itu, kerana mengerjakan umrah di bulan Ramadhan sama nilai seperti mengerjakan Haji”.  (HR Bukhari dan Muslim)
 
Dalam lafaz yang lain, umrah di bulan Ramadhan seperti mengerjakan Haji bersama Nabi SAW. 

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Maksudnya : “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan sama seperti mengerjakan Haji bersamaku” (HR Bukhari)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.